
Sudah lama tidak menulis…
Kembali menulis ketika menangis
Ada yang aneh kemarin malam…lebih tepatnya lewat tengah malam, waktu hujan turun. Mungkin bagi sebagian orang yang sedang tidur maupun terjaga waktu itu…hujan adalah hujan yang biasa menjatuhkan titik-titik air tanpa makna…tapi bagai saya, titik-tiitk air hujan yang turun kala itu mewakili ratusan bahkan ribuan air mata tangisan para insan yang mendambakan keadilan dan kebebasan yang tak kunjung datang kehadapan…hahaha, berlebihan…
Ok, mungkin memang agak berlebihan…tapi itu semua karena waktu itu saya sedang mendengarkan satu album “Come Away with Me” milik mbak Norah Jones yang cantik hehe…siapa sih yang gak kenal dia, tipikal female singer-songwriter yang sangat-sangat berkualitas baik skill maupun penjiwaan-nya…itu kenapa, album Come Away bisa sangat bagus dan enak di denger pake hati, walaupun sebenarnya di album itu mbak Norah cuma nyumbang sedikit lagu…sisanya ciptaan musisi lain. Tapi dengan citra dan musikalitasnya, album perdana itu jadi titik awal citra dan sound khas Norah Jones kedepanya.
Mendegarkan Norah memang bukan hal baru dalam hidup saya…suaranya mulai nyangkut di kuping waktu jaman SMA, ketika di radio dan kakak saya sering memutar lagu “Don’t Know Why” dimana-mana…baru setelah akrab dan penasaran sama si mbak yang manis ini, saya mulai mendengarkan satu album penuh “Come Away”…terlebih ketika kakak saya (lagi) menonton film “My Blueberry Nights”. Pertamakali liat film itu…bingung sendiri, absurd…warna biru mendominasi, tapi cukup terhibur dan terus ngikutin ceritanya gara-gara denger lagu-lagunya dan liat akting mbak Norah dan mbak Natalie Portman hehe…mulai dari situ saya tergila-gila dengan Norah Jones.
Balik ke album “Come Away”…album ini memilikiki sound dan komposisi Jazz berbalut pop simple, tapi gak pasaran seperti apa yang dilakukan musisi-musisi lain waktu itu…dimana Jazz-Pop jadi ramai di pasaran dan anak-anak (sok) gaul jadi ikut mendengarkan Jazz biar dibilang keren. Musik Jazz yang dimainkan Norah dan kawan-kawan memang full-skill seperti musik Jazz biasanya. Plus chord-chord yang gak biasa (saya sempet pusing waktu cari chord gitar “Don’t Know Why”) tapi itu semua gak bikin yang mendengarkan jadi pusing sendiri…tapi lebih menikmati penjiwaan Norah ketimbang mikirin komposisi lagunya. Dan selain itu, mungkin yang mengurangi ke-rumit-an lagunya adah adanya pengaruh Folk di beberapa lagu.
Ini memang buka sekedar review album…tapi lebih kepada curhatan perasaan ketika mendengarkan album ini…artinya, review album ini sangat-sangat subjektif. Album ini betul-betul bisa mewakili perasaan saya yang sedang galau minta ampun hehe…beberapa lagu dan liriknya mengingatkan saya kepada kisah-kisah manis, sedih yang pernah terjadi, sebut saja percintaan haha…dan lagu-lagu yang saya maksud adalah seperti, “Come Away with Me”,”Lonestar”,”Painter Song” dan “Turn Me On” yang sangat-sangat melancholia haha, bayangkan saja…dengan lirik metafora seperti ini :
Like a flower
"Waiting to bloom
Like a light bulb
In a dark room
I'm just sittin' here
Waiting for you
To come on home
And turn me on
Like the desert
Waiting for the rain
Like a school kid
Waiting for the spring
I'm just sittin' here
Waiting for you
To come on home
And turn me on
My poor heart
It's been so dark
Since you've been gone
After all you're the one who turns me off
But you're the only one who can turn me back on"
Baiklah, itu tadi sedikit curhatan saya tentang album “Come Away with Me” yang sangat-sangat mempengaruhi hati saya…mungkin ada teman-teman yang sedang galau atau sekedar ingin mendengarkan album ini…patut di coba, karena ini album bagus dari musisi bagus pula hehe. Sekian dan terima kasih…

Udah denger Rosie's Lullaby?
BalasHapushehe, belum. Norah juga?
Hapus