Rabu, 09 November 2011

Zurudimius : Surat Kepada Sang Byu

Zurudimius

Bagian Pertama : Surat Kepada Sang Byu

Aku harap engkau masih bernafas...jangan terlalu pedulikan cahaya Matahari yang katanya bisa membuatmu terasa dikebiri. Ya, dikebiri Matahari...sering kau ucapkan itu kepadaku. Kita memang belum lama kenal, tapi semenjak kau dan aku membicarakan keadaan di Planet Xavian yang kian memburuk...aku jadi tau kenapa kau tidak punya banyak teman, kita memang sama-sama tidak punya banyak teman. Semenjak itu juga kita jadi lebih sering bersama...ingat tidak bagaimana kita berdua untuk pertamakalinya pergi ke Taman Pelikan ???...kita sama-sama tertawa dan berdiskusi tentang bagaimana hewan-hewan di sana punya kebiasaan aneh kala menyambut datangya senja...

Demi para Troll yang mati berjuang untuk membantu Raksasha di perang Agriculla...aku harus jujur bahwa aku sangat rindu dengan keberadaanmu...pasca kepergianmu, Tunggulangga mengalami banyak perubahan...ada banyak kebun bunga matahari di sini. Ya, semenjak para Barakuda itu bermigrasi ke sini dua tahun lalu...selain sebagai tempat berdoa mereka, ladang-ladang kebun bunga matahari tersebut juga berfungsi sebagai tempat menampung para peziarah makam Oravion. Bukan hanya itu, setiap sebulan sekali mereka menggelar pasar malam lengkap dengan wahana-wahana mengasyikan...sungguh, kau harus melihat ini semua...betul-betul perubahan kualitas yang indah pada negri kita. Padahal saat kedatangan mereka ke sini aku dan penduduk desa sempat cemas...bukan apa-apa...para Barakuda itu mahluk yang sangat anti sosial disamping rupanya yang juga tidak enak dilihat...

Ya, pada awalnya memang selalu seperti itu...kami mencoba bersikap ramah, namun mereka hanya berbicara sepatah kata, sesekali tersenyum. Haha, dan setelah berjalan satu tahun aku baru tau bahwa para pemuda Barakuda punya selera humor yang tinggi walau sedikit aneh...pernah waktu itu, kami berdiskusi dan menertawakan bagaimana para betina Oravion punya tiga payudara...

Entah harus menceritakan apalagi untuk membuatmu kembali kesini sahabatku...yang jelas, Aku, Pru, dan Ambani sangat mengharapkan kedatanganmu untuk menjaga kapten Zega dari adiksi Anexia yang sangat berbahaya itu...belakangan ini Kapten lebih sering pergi menyendiri, dan meracau tentang burung gagak yang mencongkel mata para Cyclops...lalu tertawa tiba-tiba, kami betul-betul kewalahan meladeni Kapten jika dia sedang mabuk dengan pengaruh Anexia di dalam tubuhnya yang kecil nan rapuh itu...jadi, Rofuss sahabatku...maukah kau kembali keTunggulangga sebentar saja demi melihat kondisi kapten Zega yang semakin dikuasai obat berbahaya itu???...seluruh penghuni Huma kini lebih banyak menghabiskan waktunya diluar. Mereka terlau sibuk untuk bercengkrama dengan kapten...hanya kami bertiga yang masih setia dengan pribadinya, ditambah dengan adiksinya yang semakin memburuk.

Aku tak pernah tau alasmu mengapa kau meninggalkan Tunggulangga untuk waktu yang lama...tapi aku selalu tau bahwa kau lebih mencintai Tunggulangga ketimbang Narnia...dan Huma ini akan selalu jadi rumahmu, dan aku berani bertaruh bahwa kau akan kebali kesini...walaupun entah kapan itu. tapi sekali lagi...demi sang Rembulan yang selalu berbagi hari dengan Mentari...aku dan semua penghuni Huma mengarapkan kedatanganmu secepatnya demi menjaga kapten Zega...

Baiklah Rofuss...kau tau aku bukan seperti mereka yang bisa banyak bercerita...tapi aku tau bahwa kau tau tentang aku, kita, kapten dan seluruh penghuni Huma...bahkan seluruh Tunggulangga...yang mengharapkan kedatanganmu kembali...kami semua selalu membuka pintu demi kedatanganmu. Mungkin hanya itu yang bisa ku sampaikan kepadamu...kita bisa saling membantu...

Terima kasih...sahabatmu Avirion.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar