Jumat, 11 November 2011

Zurudimius : Debu-debu Nibiru

Wahai Manusia...besar dirimu tak melebihi besar sang Raksasha, namun besar keji-mu melebihi dan menyelimuti semesta

Manusia...kau bangga atas pesoan Rona-mu, membakar hati para Barakuda yang berduka karena angkuh-mu...

Manusia tetap Manusia jika terus-menerus menyetubuhi lalu meludahi Bumi...

2000 dan 12

Cerita tutur yang masih selalu kuingat dari para peziarah Ovarion...

Bersila sang Tua yang agung diatas batu seribu tahun yang lebih mirip replika kepala Naga

Berkata " Manusia...siapa???...punya apa di semesta...tidak telalu bisa saja"...

Sambil memejamkan mata dan sesekali berteriak...

Diakhir cerita...dikisahkan bagaimana Manusia hanya bisa bedoa...

Annunaki

kapan Anunnaki datang lagi???...

Zurudimius : Rayuan Hujan

Byuroffusa memiliki ingatan yang kuat tentang bagaimana ia menyukai Tattiva...wanita yang mengagumi sang hujan dan pesona pelangi yang indahnya tak pernah sampai di bumi Tunggulangga...kini ingatan itu makin menjadi, kala Byu menatap langit sore di Enetz...langit menampakan ronanya yang tidak begitu ramah, warna-warna merah menyala berputar-putar membentuk spiral yang terlihat seperti sedang menari riang.

Sore hari di Enetz memang selalu seperti ini...hujan adalah pertanda berakhirnya hari, dan dengan rendah hati sang hujan mempersilahkan senja untuk datang mengganti. ya, selalu seperti itu...hal-hal seperti inilah yang membuat Byu semakin mengingat Tattiva...bahkan menyukainya untuk kedua kalinya. rasa suka Byu terhadap Tattiva memang terlihat berlebihan. bahkan ingin rasanya Byu merubah kualitas rasa sukanya menjadi Cinta...karena baginya, Tattiva tidak layak hanya di suka, tapi juga di Cinta...mencintai Tattiva layaknya ia mencintai keluarganya.

Byu dan Tattiva adalah lambang Cinta sejatinya...serupa Raden Wrekudara dan Dewi Arimbi. Tuhan dan semesta mempertemukan mereka pada perang Agriculla beberapa tahun silam. mereka berdua berada di kubu yang sama di saat para Troll membantu mempertahankan Bumi Raksasha dari serangan Manusia.

Setahun berlalu sejak perang Agriculla...Byu kembali bertemu Tattiva di sebuah galeri seni rupa. Byu yang saat itu menjadi seniman yang juga menampilkan karya-karyanya hanya bisa tersenyum malu ketika Tattiva melihat dan mengagumi karyanya yang berjudul "Armesti"...sebuah sketsa pena diatas kerta yang menggambarkan kekejaman Manusia menelanjangi semesta. dan untuk pertamakalinya Byu menyukai Tattiva...Byu terpana dengan apresiasi Tattiva terhadap estetika, terlebih lagii ketika Tattiva bicara seputar kemegahan sosok seekor Pterodactyl dan kebebasan seekor gagak yang terbang dengan angkuhnya di malam hari.

Hujan...

Hujan melunturi bumi dari kejam dan kotornya keji

Hari ini sampai nanti, Hujan akan selalu seperti ini...

Terlepas dari spiral merah dan kelabu yang mengganggu pikiranmu

Jangan takut begitu...Hujan tidak seperti yang menakutimu

Hujan menjelaskan bagaimana sesuatu dilihat dengan hati dan logika...

Bukan mata semata atau perhatian belaka

Hujan datang lagi...aku senang sekali

Walau gagak tak bisa terbang tinggi...

Tapi Hujan pasti menggantinya dengan kedamaian hati

Aku,kau,kita dan mereka harus menari sesekali dengan Hujan di sore hari

Lihat bagaimana gemercik membuka diri kita pada sesuatu yang harus dinanti...

Tattiva

Tidak butuh waktu lama untuk membicarakan tentang Terbang,Malam,dan Hujan...kini Byu dan Tattiva menjadi teman yang sangat akrab. Byu semakin menyukai Tattiva dari segi apapun!!!

Dan demi Dewi Sarasvati...jika Tuhan mengkehendaki, Byu akan hidup seribu tahun lagi jika bisa mencintaii Tattiva sebagai wanita yang penuh Imaji...

Rabu, 09 November 2011

Zurudimius : Surat Kepada Sang Byu

Zurudimius

Bagian Pertama : Surat Kepada Sang Byu

Aku harap engkau masih bernafas...jangan terlalu pedulikan cahaya Matahari yang katanya bisa membuatmu terasa dikebiri. Ya, dikebiri Matahari...sering kau ucapkan itu kepadaku. Kita memang belum lama kenal, tapi semenjak kau dan aku membicarakan keadaan di Planet Xavian yang kian memburuk...aku jadi tau kenapa kau tidak punya banyak teman, kita memang sama-sama tidak punya banyak teman. Semenjak itu juga kita jadi lebih sering bersama...ingat tidak bagaimana kita berdua untuk pertamakalinya pergi ke Taman Pelikan ???...kita sama-sama tertawa dan berdiskusi tentang bagaimana hewan-hewan di sana punya kebiasaan aneh kala menyambut datangya senja...

Demi para Troll yang mati berjuang untuk membantu Raksasha di perang Agriculla...aku harus jujur bahwa aku sangat rindu dengan keberadaanmu...pasca kepergianmu, Tunggulangga mengalami banyak perubahan...ada banyak kebun bunga matahari di sini. Ya, semenjak para Barakuda itu bermigrasi ke sini dua tahun lalu...selain sebagai tempat berdoa mereka, ladang-ladang kebun bunga matahari tersebut juga berfungsi sebagai tempat menampung para peziarah makam Oravion. Bukan hanya itu, setiap sebulan sekali mereka menggelar pasar malam lengkap dengan wahana-wahana mengasyikan...sungguh, kau harus melihat ini semua...betul-betul perubahan kualitas yang indah pada negri kita. Padahal saat kedatangan mereka ke sini aku dan penduduk desa sempat cemas...bukan apa-apa...para Barakuda itu mahluk yang sangat anti sosial disamping rupanya yang juga tidak enak dilihat...

Ya, pada awalnya memang selalu seperti itu...kami mencoba bersikap ramah, namun mereka hanya berbicara sepatah kata, sesekali tersenyum. Haha, dan setelah berjalan satu tahun aku baru tau bahwa para pemuda Barakuda punya selera humor yang tinggi walau sedikit aneh...pernah waktu itu, kami berdiskusi dan menertawakan bagaimana para betina Oravion punya tiga payudara...

Entah harus menceritakan apalagi untuk membuatmu kembali kesini sahabatku...yang jelas, Aku, Pru, dan Ambani sangat mengharapkan kedatanganmu untuk menjaga kapten Zega dari adiksi Anexia yang sangat berbahaya itu...belakangan ini Kapten lebih sering pergi menyendiri, dan meracau tentang burung gagak yang mencongkel mata para Cyclops...lalu tertawa tiba-tiba, kami betul-betul kewalahan meladeni Kapten jika dia sedang mabuk dengan pengaruh Anexia di dalam tubuhnya yang kecil nan rapuh itu...jadi, Rofuss sahabatku...maukah kau kembali keTunggulangga sebentar saja demi melihat kondisi kapten Zega yang semakin dikuasai obat berbahaya itu???...seluruh penghuni Huma kini lebih banyak menghabiskan waktunya diluar. Mereka terlau sibuk untuk bercengkrama dengan kapten...hanya kami bertiga yang masih setia dengan pribadinya, ditambah dengan adiksinya yang semakin memburuk.

Aku tak pernah tau alasmu mengapa kau meninggalkan Tunggulangga untuk waktu yang lama...tapi aku selalu tau bahwa kau lebih mencintai Tunggulangga ketimbang Narnia...dan Huma ini akan selalu jadi rumahmu, dan aku berani bertaruh bahwa kau akan kebali kesini...walaupun entah kapan itu. tapi sekali lagi...demi sang Rembulan yang selalu berbagi hari dengan Mentari...aku dan semua penghuni Huma mengarapkan kedatanganmu secepatnya demi menjaga kapten Zega...

Baiklah Rofuss...kau tau aku bukan seperti mereka yang bisa banyak bercerita...tapi aku tau bahwa kau tau tentang aku, kita, kapten dan seluruh penghuni Huma...bahkan seluruh Tunggulangga...yang mengharapkan kedatanganmu kembali...kami semua selalu membuka pintu demi kedatanganmu. Mungkin hanya itu yang bisa ku sampaikan kepadamu...kita bisa saling membantu...

Terima kasih...sahabatmu Avirion.