namun,untuk kali ini saya tidak akan mengulas atau me-review album The Brandals tadi,saya hanya sempat berfikir...bahwa band keren sekelas The Brandals mampu mengangkat hiruk pikuk Jakarta dengan musik yang asik dan lirik yag menarik,salut...dan kemudian,sebelum habis berfikir soal The Brandlas dengan super albumnya,saya di buat takjub lagi oleh sebuah bangunan...lebih tepatnya patung,yang berada di bilangan Menteng,jakarta Pusat...kala itu sepeda motor saya melaju dari arah menteng menuju kawasan pasar baru...Tugu Tani,begitu orang bayak menyebutnya. ini memang bukan pertamakalinya saya menjumpai patung teresbut...bahkan waktu saya sempat berkuliah di salah satu Institut seni didaerah tersebut,patung tani itu jadi sarapan saya tiap hari...siapa sih orang Jakarta yang gak tau Tugu Tani,semua kalangan membicarakanya...dari kaum intelektual,sampe seniman dan supir bajaj semua sudah akrab dengan patung itu...
namun,dibalik bentuknya yang tidak sebesar dan semewah patung-patung lainya di Jakarta...menurut saya,di dalamnya mengandung nilai-nilai tinggi...mulai dari estetika hingga sejarah. patung yang menggambarkan dua orang pria dan wanita. si pria terlihat seperti petani(memang petani) mengenakan topi caping dengan senapan dibahunya...kemudian si wanita(terlihat seperti mbok-mbok jawa)...sedang memberikan seganggam nasi kepada patung pria...ah,menurut saya itu betul-bentul suatu hal yang dramatis.seperti seorang wanita(bisa Ibu,Saudara,Kekasih) sedang memberikan bekal,entah itu makanan,atau bentuk semangat kepada si pria...yang terlihat seperti ingin berangkat berjuang,menempuh sesuatu yang berat...seperti perang...
setelah mencari info kesana-kesini...ternyata,patung tersebut memang punya cerita. patung tersebut adalah buah karya pematung Rusia, Matvel manizer dan Otto Manizer...patung tersebut adalah hadiah dari pemerintaha Rusia kepada Indonesia,sebagai bentuk persahabatan kedua negara. menurut sumber yang saya baca,patung tersebut terbua dari perunggu. dibuat di Uni Soviet,kemudian dikirim ke Jakarta,dan pada tahun 1963 diresmikan oleh presiden Soekarno...yang kemudian ditempelkan sebuah plakat yang bertuliskan "Bangsa yang besar,adalah bangsa yang menghargai pahlawannya"...
bagi saya pribadi...ada satu hal yang menarik tentang nilai-nilai patung ini. menurut saya,patung ini betul-betul menggambarkan seorang pahlawan,atau seorang yang berjuang dari "bawah"...semua yang melekat pada patung ini bersifat "sangat rakyat" sekali,tidak seperti patung-patung perjuangan lainya,yang kebanyakan mengenakan pakaian tentara resmi...namun,patung ini lebih terlihat seperti gerilyawan yang hanya bermodal fisik dan senjata minim,namun masih sanggup berjuang demi sebuah kemerdekaan...bahkan saya punya pendapat pribadi bahwa,mungkin patung ini punya manifestasi "kiri"...hehe...mengingat ini hadiah dari Rusia...

0 komentar:
Poskan Komentar