Walau belum lewat setahun...ini catatan menjelang akhir tahun
Walau tak ada darah...namun tetap ada amarah
Walau kau tak pernah tau,dan tak mau tau...akan kubuat kau tau...
Aku tak pernah mencintaimu...hingga detik ini,itu karena aku menyukaimu...namun,bukan sekedar suka atau memuja tanpa sepatah kata...aku tak pernah mencintaimu,karena ada beberapa hal yang membuatku tak bisa mencintaimu...karena ada sesuatu yang membuatku berhenti berusaha untuk mencintaimu...karenanya,aku tak pernah mencintaimu...
Mungkin jika aku bisa mencintaimu...dan kau bisa mencintaiku,aku akan hidup hingga seribu tahun lagi...namun,jika hanya sekedar suka tanpa ada cinta...aku akan mencari suka di seberang sana,kemudian akan kucoba mendapati adanya cinta...
Ada berapa banyak lagu cinta yang kau dengarkan,hingga kau tau tentang adanya cinta???...
Ada berapa buku tentang cinta serupa Kahlil gibran yang kau baca hingga kau dapat memberi cinta???...
Ada berapa cinta yang kau dapat dari orang yang kau cintai...sehingga makna cinta bisa kau mengerti sejatinya???...
Ada berapa...ada berapa...ada berapa???...
......................................................................................
Cinta itu sakral...jangan pernah sok tau dengan itu...cinta itu tak mudah diucapkan apalagi dinyanyikan...karenanya,tak ada cinta pada pandangan pertama
......................................................................................
Ketika aku tak bisa membuatmu tersenyum...akan kubuat kau menangis...
Ada beberapa hal yang membuatku ingin terus melihat senyumu,selain terlihat manis...sepertinya tak ada hal jahat yang kau pikirkan saat kau tersenyum. Mengasihi apa adanya,seolah kau ingin semua orang di dunia ini,bisa tersenyum juga menghadapi dunia yang belum tentu indah itu.
Tetapi...sudahlah,kini senyum itu hanya di bibir saja...begitu kata orang...senyum dan tawa yang biasa kulihat dulu,kini tak ubahnya cibiran dan pandangan sinis nan curiga kepada setiap hal yang kau belum tentu tau benarnya...harapan untuk membuatmu tersenyum dan tertawa senang seperti dulu,sekarang tinggal mimpiku...
Aku tak tau lagi bagaimana indahnya suka darimu...aku tak tau lagi bagaimana indahnya senyumu...dan aku tak tau lagi bagaimana membuatmu tersenyum seperti dulu...
Kini yang kutau hanya indahnya gangguan suara,ketimbang nada-nada indah yang mengalir dari pita suara sang biduan...kini aku hanya tau bagaimana membuatmu berhenti tersenyum menatap dunia...dunia ini kejam!!!lantas,mengapa kau harus tersenyum???...bagaimana,jika kau menangis???...mungkin saja pesonamu lebih indah ketimbang kau harus tersenyum???...hahaha...
Bagaimana???...mau coba???...hahaha...
Tenang saja,hanya sedikit gangguan...nanti juga hilang...menjalani hidup itu,harus dengan berwarna...serupa cat dan kanvas...kau harus tau bagaimana menempatkan hitam dan putih tanpa harus menggabungkanya...kemudian,hadirkan merah lebih dominan dari biasanya...dan hidupmu akan bahagia,hahaha...
Bunga matahari yang terkoyak
Perlahan dan pasti mati...tantu kau tau betapa sakit dan menyenangkanya itu semua,ketika sesuatu yang indah perlahan menjadi tak indah lagi...akan kubuktikan betapa buruknya itu semua. Selain kelopak dan warna terangnya...apalagi yang kaupuja darinya...masih berharap ada yang lebih dari itu???...lupakan kawan...lebih baik kau bunuh diri dan berharap masuk surga...lalu bertemu dengan bunga matahari tipuan di sana...karena tak ada satupun yang nyata lagi...semuanya sudah terlihat kacau dan terkoyak tak karuan...
Carilah bunga yang lebih dari itu...dan ingat!!!jangan tertipu dengan indah rupanya...tak semua bunga indah dan harum baunya...sepetinya kau harus kelas khusus biologi untuk meneliti dengan cermat tentang seluk beluk bunga dan berbagai macam keindahan semesta. Kemarin ada kisah tentang seseorang yang mati terbunuh olehs eekor kupu-kupu...kini,baru tadi sore...sudah ada beberapa pria yang mati tanpa sebab karena bunga yang terlihat seperti bunga matahari...memang hanya sebagian yang mati...lainya jadi gila dan berusaha mati...
Dan ketika semua orang berusaha membuat yang buruk rupa menjadi enak untuk dilihat...aku punya visi yang berbeda dan mungkin revolusioner...seperti kaum punk yang “membunuh” budaya hippies dan citra keindahan pada Rock N’ Roll.
Gadis kecil yang sedang tertawa itu...ya,yang di sebrang jalan sana...yang bersama bapaknya,masih terlihat lucu,lugu...dan menggemaskan. Sambil membawa boneka kesayanganya,ia terlihat akrab dengan bapaknya...pertanyaan-pertanyaan polos yang keluar dari mulutnya tak henti-hentinya diutarakan...sementara bapaknya terus menanggapi celoteh anaknya itu...untuk beberapa saat aku hanya terdiam dan sedikit iri...mengapa mereka sangat bahagia???,padahal di tepi trotoar yang dislimuti debu jalanan terlihat tampak buruk untuk dinikmati...

Tidak ada komentar:
Posting Komentar