Burung gagak dan bunga matahari
Sebuah penghargaan kepada yang terindah...ekspresi tentang pesona dan cinta yang selalu indah namun terlanjur busuk dan berkarat. Semua hanya terjadi saat beberapa saat dan beberapa iblis mengetuk pintu belakang rumahmu...mengajakmu menari...lalu...semuanya hilang... harapan dimana kau bisa berlari bebas sepanjang kebun bunga itu...kini hanya imaji malam hari.
“cinta pertama belum tentu seindah yang dibayangkan”kata seorang sahabat...beberapa hari sebelum kumpulan aksara ini dikumpulkan,ia berkata...
Sebuah antologi atau kumpulan puisi???aku tak begitu mengerti...
Lewat cipularang
gelisah...
mulut memang bisa terbungkam dan tanpa senyuman
namun hati bicara,nurani tak tinggal diam
beri aku secarik kertas dan pena berujung cinta
kupersembahkan tarian kuas dilantai kanvas...
bukan sembarang tari tak pakai hati...
maka bermuara bahagia menolak duka
pak supir!...aku tau bus ini melintas cepat...
tapi aku tak mau senyumku ini cepat berkarat!...
belum lagi habis...didepan menunggu
kebun bunga yang kau tuju
memang tak pernah berwarna
karena senyumu yang membuat gambar ini berwarna
Drama burung gagak dan bunga matahari
bunga matahari mekar kembali
tahun ini sudah berapa kali???...
lagi-lagi...
burung gagak berhenti bernyanyi dimalam hari...sepi...
mati...
mungkin setelah ini aku akan menangis...atau tersenyum,siapa yang tau
bunga matahari mekar kembali
tahun ini sudah berapa kali???...
lagi-lagi...
burung gagak berhenti bernyanyi dimalam hari...sepi...
mati...
siapa yang tau ketika melihat mekarmu
minggu pagi...seperti disaat dulu
dimana anak kecil masih bermain diluar rumah
dimana kau dan aku masih asik berdiskusi tentang mereka...
atau lucunya seekor anjing piaraaan tentangga
semuanya tampak beda dan tak sedikitpun sama
ketika semua tak sanggup menerima perbedaan serta kejanggalan...
padahal...semesta luas...
semesta luas,karena tak seluas pikiranmu...
dan ternyata juga tak seluas cintamu kepada semesta dan perbedaan
bunga matahari mekar kembali
tahun ini sudah berapa kali???...
lagi-lagi...
burung gagak berhenti bernyanyi dimalam hari...sepi...
mati...
Kisah sebuah gambar
diantara warna-warna indah itu
tersebut terlupakan namun perlahan menampakan...
karena pesonanya yang kembali menawan
menarik setiap sepasang mata orang gila yang haus cinta dan keindahan
ah...lagi-lagi teringat kembali...
gara-gara hanya sebuah gambar...
memang sangat indah
tapi...yah,sudahlah...
entah kemana
tak bisa terjangkau lagi
tapi mata ini tak bisa berbohong
apalagi tentang gambar itu...
Terpaku jarak,waktu dan ragu
Jarak antara kita memang jauh
Serupa Jakarta Bandung...
Hujan meninggalkan wanginya di aspal jalan kotaku
Langit sore hari menyambut indahnya petang
Disnalah kita berjumpa
Hingga tengah malam tiba
Kau pun kembali bersuaka
Sayang...ini hampir tengah malam
Sedangkan kau masih acuh mencumbuku
Salah apa???
Waktu kita tidak banyak
Sedangkan kau masih berselimut ragu...
Pelukis pelukis
Ketika aku tiba
Ia sudah disana…
tentu dengan kuas dan kanvas putihnya
semilir angin sore itu yang mempertemukan aku…
dengan dirinya…
belum juga petang…belum habis tengat sore hari
belum juga tengat matahari terbenam
matahari masih menjadi saksi pertemuan kita
sayang…jangangan sia-siakan waktu kita
waktu dimana Dia berkata “ya!”…
waktu dimana aku masih tersenyum
waktu dimana candamu menjadi candu
karena esok belum tentu ada…atau aku telah tiada…
karena kuas dan kanvas putihmu yang mampu menjawab semuanya
yang mampu melukiskan realita dan cinta
yang mampu membuat diriku lebih berwarna
yang mampu menyadarkan manusia aneh ini…
bahwa betapa kejamnya dunia
jangan ragu…lakukanlah!!!
Lukai aku dengan perasaan itu
Akulah kanvas putihmu
Kanvas putih yang belum mengerti indahnya cinta…
Sebelum bertemu dirimu…terima kasih pelukis hati…
Aku gagak hitam yang terbang setiap malam
Aku gagak hitam yang terbang setiap malam
Malam dimana dirimu terpejam
Dan bermimpi tentang dunia yang kejam
Sayang...aku datang dan terbang kehadapanmu
Berharap belas kasihan atas sayap-sayapku yang patah
Dan pikiran yang tak tentu arah
Namun sungguh sayang...
Aku terbang semakin tinggi dan tak sanggup turun
Menatap senyum ceriamu aku tak sanggup...
Tak sanggup atau engkau tak berkenan?
Ingin rasanya aku berlari bersamamu
Di padang luas tak berujung serupa woodstock
Menatap langit tak berujung lapis
dan merasakan angin kedamaian yang tak kunjung habis
Namun sungguh sayang...
Hanya sekedar mimpi yang tak kunjung henti
Dari seekor gagak malam hari
Kepada yang terindah
Aku kembali menari dibawah langitmu
Aku kembali tersenyum menatap ronamu
Sesungguhnya abadilah...
Walau abadi adalah mati
Hai yang terindah...
Bicaralah
Aku tak pernah menutup raga
Menyambut datangmu
Sekalipun sabdamu membawa derita
Sekalipun air matamu bermuara neraka
Aku rindu gelak tawamu
Aku rindu tangismu
Aku rindu diskusi kita tentang mereka...
...
Tak satupun buku yang habis ubtuk dibaca...
Tanpa disengaja...
Sudah berapa lama,aku tak ingat
Dan itu tak ubah rasaku padamu
Suka,duka,rindu,malu...
Cinta,hingga benci bercampur sesal
Aku tak tahu......................................
Minggu, 22 Agustus 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar