Rabu, 07 April 2010

Kembali menari tanpa busana

Tuhan...sebelum engkau mengangkatku menjadi sang terpidana mati...izinkan aku berhalusinasi kembali...sungguh ku tak ingat bagaimana indahnya dunia dunia dimana keluarga, sahabat, dan cinta saling bertukar canda

Tetrahydrocannabinol

menjelang tengah malam. diantara burung hantu dan hatu sebenarnya saling tak terjaga...atau saling menjaga...aku berselimut peluh beralaskan sendu, menjelang dunia yang diinginkan setiap serigala paling bebas dimuka bumi. sembari mengawasi detak jantung yang kian berpacu melebihi jalan pikiran si gagak itu...sesekali mengigau tentang nyanyian alam...terlintas wajah si gadis manis,lagi...dalam keadaan seperti ini???...biarlah, sejujurnya aku senang engkau datang. tidak memandangku seperti monster...namun, ikut tertawa bersamaku.

02:46...

lewat dini hariwaktu yang tepat untuk berdansa...ayo sayang, kita hancurkan lantainya!!!engkau tersenyum mengangguk. walau sedikit berpeluh karena hawa panas ruangan tanpa hembusan...huh,peduli apa aku???berkata para lemur yang memainkan musik.

hehe...aku terkekeh...melihat penguasa yang ikut berlari bersama kami,bersenang-senang!!!...memang,kemunafikan bisa dimana saja. kemudian aku lapar, haus...dimana bisa kutemukan sepiring nasi rames lengkap dengan tempe orek, bandeng dan sambel ala warteg itu...huhuhu,percuma tangisku...tak ada...tak kenal...tak peduli...tapi ada barang bagus disana, ya!susu bersamarkan alkohol sebagai pelengkap daging manusia yang paling kamu beci siap dimakan!!!hahaha,tunggu apa lagi. kapan lagi aku bisa melumat habis daging manusia yang paling aku tidak sukai. tapi tidak juga...aku lebih suka menghabisi otak dan kondisi mentalnya...ketimbang bertarung fisik. terserah...berkata si kambing bermata salamander,aku juga tak terbiasa berkelahi, atau beradu kepala dengan sesamaku...tapi kalau sudah urusan harga diri, biasanya si herbivora ini bisa jadi mendadak karnivora bahkan memakan sesamaku...

ketika belum selesai bekubang dalam sejuknya kolam sangria...terdengar rintihan paling sakit. menusuk telinga menghujam jiwa...nyanyian belukar berpangkal ular terasa nyeri kudengar. menyusul tingkah tikus-tikus berbulu perak membawa pedang dan perisai...itu, bagian dari tarian ya!pertunjukannya dimulai sejam lagi. jadi, silakan puaskan dirimu dalam kolam sebelum tengat. pikirku, bagaimana bisa ketika si belukar masih bersenandung kematian???

ternyata ucapan "sejam lagi" tidak sjalan dengan pikiranku...tanpa basa-basi, pertunjukan dimulai tanpa pembuka sedikitpun. tikus-tikus mulai menari dengan tampang sok manisnya, seakan tidak tau tentang kotornya halaman belakang kesayangan ibu...aku hanya tertawa menyaksikan pertunjunkan, terbawa suasana...namun kesenanganku berakhir ketiga pertunjukan selanjutnya menampilkan para belukar itu...mereka mencoba meng-cover lagu "light my fire"-nya The Doors.
setelah bosan, aku pergi berlari dengan belati lagi...

aku pergi berlari dengan belati lagi...

aku pergi berlari dengan belati lagi...

aku pergi berlari dengan belati lagi...

aku pergi berlari dengan belati lagi...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar