sekawanan gagak terbang menghampiriku...
diantaranya berada di barisan paling depan
sepertinya dialah ketua kelompoknya
lainya berbaris rapih mengikuti sang ketua
terus terbang mendekatiku yang sedang menikmati senja kala itu
lalu sang ketua gagak berkata...
dan sepertinya memang berkata kepadaku
anak muda!!!...kau tau,kebun bunga tempat kau memujinya dulu...
kebun bunga tempat cinta pertama tumbuh...
kebun bunga yang berbeda dari yang lainya...
kebun bunga yang tak pernah terjangkau tanganmu...
ya!...kebun bunga yang itu,aku rasa kau masih ingat dan memendam rasa
sekarang tampak indah lebih bersemi
aku dan kawananku tak sengaja melihatnya
aku memang gagak yang buruk rupa dan sedikit tidak normal begitu kata mereka...
tapi aku tau benar seperti apa yang keindahan seharusnya
keindahan yang harus aku puji...
sementara si gagak mengoceh tentang apa yang ia lihat
dan berusaha menceritakan pemandangan indah luar biasa yang baru saja ia lihat...
aku hanya diam tak berkata...bukan tak perduli...
justru aku terpana mendengar cerita si gagak
mencoba mengingat keindahan yang pernah aku puji-puji...
mengingat bagaimana aku melukiskan keindahan itu
dengan kuas bertinta darah dan naluri
yang masih terlintas pada jalur Jakarta-Bandung
entah masih tersisa atau terhapus oleh angkuhnya ego seorang manusia...
entah...
yang pasti aku masih seorang mahluk Tuhan yang tau betul memuji keindahaan
keindahaan yang datang ke depan mataku sengaja atau tidak disengaja...
walau aku tak ubahnya sekawanan gagak serupa mereka
yang lebih suka menyendiri ketimbang nasi...
aku masih seorang pria muda yang masih mengenalmu seperti dulu
aku masih seorang pria muda yang pintar ber-aksara demi mekarmu...
ketimbang pria lain yang lebih suka memetikmu atas dasar suka semata
yah...walau begitu...bunga seindah dirimu lebih suka dipetik,daripada hanya dilihat dan dipuji semata
...ragaku memang tak sanggup memelukmu...
Minggu, 04 April 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar