Katanya, dia pernah menjadi Katanya, dia pernah menjadi anggota LEKRA, ya! "Lembaga Kebudyaan Rakjat" yang sempat populer bin kontroversial karena laber Marx,Lenin,dan PKI pra orde baru itu...mengawali karirnya sebagai perupa tanggung yang melukis kubisme di pinggir jalan yang tak pernah ia ceritakan.sedangkan, apa pula "perupa tanggung" itu?...dia menyebutnya sebagai bentuk individu yang berkesenian secara kurang produktif, namun tetap menjunjung tingi nilai estetika di setiap karyanya...bukan barang baru memang ia menafsirkan setiap ide maupun karyanya secara aneh bin ajaib, tidak terdengar pintar, namun secara estetika mengandung unsur baru dan eksotis. hidupnya pun tidak jelas!mungkin pengakuan bahwa ia pernah menjadi anggota LEKRA juga belum pasti. habis...kalau dikukur dari lama ia hidup di dunia dengan rezim orde lama rasanya tidak mungkin...ah saudara, biarkan ia mencintai hidup dengan caranya sendiri, sekalipun itu dengan bermimpi..bahkan, lukisannya pun tidak seperti Kubisme sebagaimana mestinya. setelah ditanya kenapa, ia menjelaskan bahwa ia sangat SalvadorDali sekali...jadi tak heran kalau karyanya tidak "kaku" layaknya Kubisme lainya...malahan sesekali terlihat sangat "surelais". rasanya seperti pergi ke Wonderland bersama Alice dengan pakaian dan atribut serba kotak-kotak.
tak terasa langit pinggiran ibu kota kala itu sudah sehitam jelaga, menandakan datangnya petang, terlebih sepertinya hujan akan menyapu sampai ibu kota. pembicaraan kami terhenti seketika, ketika ia mulai menatapi satu persatu awan hitam yang mulai menguasai langit sore...kadang tersenyum, kadang berkata sepetah kata yang tidak jelas terdengar, dan terakhir ia meracau seperti orang kesurupan. aku hanya menatap sedikit heran namun lumrah...sekiranya kau adalah seorang seniman, maka bukan tragedi melihat pemandangan itu...hampir lima belas menit ia begitu. perlahan aku mulai mencari cara untuk menyadarkanya...ah, percuma...aku hanya bisa menunggu.
..............................................................................................................................
gelap...gelap...gelap...kemudian, setelah tersadar bawa aku baru saja bangkit dari ketidaksadaraan. akhirnya aku mencoba membuka mata, termasuk mata hati. akhirnya dengan susah payah dan sedikit peluh, kutemkan diriku terjaga dalam dinginya malam...dinginya sanggup membuatmu berfikir bahwa kamu sudah berada di gunung Gede-Pangrango saat musim hujan tiba...ah, membayangkanya saja tak sanggup. apalagi merasakanya. dengan bersusah payah dan terus berfikir akhirnya kusanggupkan tubuhku bergerak dan mata terbelalak. selanjutnya mencari tau dimana aku berada, dan kenapa sempat tertidur dan kapan, lalu menapa???...tak habis semua pertanyaan memburu, bahkan berpacu dengan degup jantung yang kian detik kian memburu...
langitnya berwarna cerah dengan tekstur yang sangat kaku dan seperti pola kubus...sehingga menimbulkan gradasi dari warna primer yang cerah tadi...adapun warna tersebut adalah kuning, merah, biru langit(aku lupa namanya)...hijau...namun didominasi oleh kuning yang mengingatkan ku pada sponge bob square pants...ya! sekilas, keadaan sekitar pun mengingatkan ku akan "bikinni bottom", lengkap dengan krusty crab-nya. tak jauh dari tempat aku tersadar, terlihat setitik cahaya yang kian dekat dan suaranya terdengar seperti nyanyian koor masal beranggotakan anak-anak dengan suara manis...terdengar damai...walau begitu terpesona, tak dipungkiri bahwa aku seharusnya sedang gelisah dan bertanya perihal sesuatu yang datang menghampiri...apa gerangan itu???
belum sempat mengetahui itu, tiba-tiba ada hal lain yang membuatku kaget. tepukan kasar mendarat di tubuhku yang belum seratus persen sadar itu!!!mengalami hal itu, spontan aku membalikan badan berusaha mencari tau siapa yang berani bertindak begitu...tanpa berfikir dan mengenali parasnya, aku sudah tau. dia si gembala tanpa tuan!...ya, perupa kubisme yang sempat kukenal dulu...kami sempat membicarakan Kubisme, Salvador dali...sampai LEKRA...ah, beruntung rasanya dapat bertemu dengan orang yang kukenal di dunia yang sama sekali tidak kukenal...namun, sebelum aku bertanya tentang dirinya, atau hal-hal yang dapat menjawab seputar keadaan ku sekarang. ia malah berkata duluan dengan nada tinggi!...mengajak aku untuk ikut lari bersamanya, yang pada intinya pergi dari keadaan atau alam yang asing bagiku ini. tentunya tanpa ragu aku menyetujui ajakanya...lebih baik ikuti orang yang kau kenal ketimbag terpaku pada hal baru yang belum tentu kau suka...begitu pikirku saat itu.
dan sebelum kami berhasil meninggalkan tempat dimana aku tersadar tadi, kami sudah diburu oleh sesuatu yang tadi ku lihat. sekarang aku bisa melhat utuh benda yang menghampiriku tadi, parasnya...keadaan fisiknya...bahkan suara-suara yang terdengar seperti nyanyian tak henti itu, semakin melengkapi gambaran mahluk itu...entah apa bisa aku sebut, benda, mahluk, atau apa itu...yang jelas membuat kami sedikit ketakutan...wajar saja, parasnya lumayan menyeramkan. walau begitu suara yang terdengar masih mengalun manis...sangat kontradiktif. kami pun saling berkejaran dengan mahluk yang terlihat seperti kubus berwarna-warni bertekstur kaku dengan wajah manusia disetiap sisinya, ditambah organ-organ tubuh yang juga menyerupai manusia lengkap...tangan, kaki, bahkan mempunyai ekor yang cukup panjang...
..............................................................................................................................
aaaaaaaaaaarrrrrrrrrrrrrrggggggggghhhhhhhhhhhhhhhhh!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!..........terdengar lantang teriakan pria yang spertinya sedang mengekspresikan kekecewaan, atau rasa sakitnya yang lain...semakin menyadarkanku dari lamunan sepanjang sore disisi air mancur taman pinggir ibu kota. ya, masih bersama si anjing gembala tanpa tuan yang tak henti-henti berkarya rupa walau kurang produktif...sekarang sudah hampir lewat petang dan kami masih asik bicara sepitar apa yang paling indah didunia ini...terlalu,membuatku melamun...meracau...bahkan tidur sejenak.
Rabu, 07 April 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar