Sudah seminggu setelah peristiwa percobaan bunuh diri itu...kuple(begitu biasanya ia dipanggil)masih menyimpan rasa depresi yang dalam...entah apa yang ada di kepala kuple saat itu, yang ia ingat hanyalah poster presiden Soekarno yang ia lihat dan sebotol air mineral kosong yang berisi HIT anti nyamuk...lalu,tiba-tiba keadaan menjadi...kosong...kosong...kosong...tanpa terisi...
.............................................
Kuple adalah anak laki-laki biasa yang bangun tiap pagi untuk pergi sekolah dan pulang ke rumah tepat waktu pada siang saat proses belajar-mengajar usai. Membantu ibunya yang sudah paruh baya menyiapkan pekerjaan rumah tangga adalah hal rutin yang ia lakukan. Tidak seperti teman-teman seusianya yang menghabiskan masa mudanya dengan bermain atau senang-senang ala remaja...Kuple memang terlihat pendiam dan sangat biasa-biasa saja bahkan tergolong baik...hal ini yang menyebabkan keluarga dan orang sekitarnya bersikap baik pula terhadapnya...namun,dibalik semua itu...dibalik ke-biasa-biasan-nya dan prilaku semi konservatif keluarganya menyebabkan kuple menjadi pemuda yang punya sisi gelap dan terkadang menjadi anti-sosial...padahal kalau dilihat dari kehidupanya ia tergolong anak yang lumayan beruntung...punya keluarga baik yang dipandang dan tergolong mampu,plus hubungan yang sangat harmonis.
..................................................
Keadaan semakin gelap dan kosong...ia tidak tau sedangberada dimana,dibawah,atas,depan,belakang,atas,bawah....tubuhnya terasa ringan dan kosong...terombang-ambing tidak jelas. Pikiranya yang tadi pasrah dan putus asa,kini mendadak jadi penakut dan bertanya-tanya...otaknya berputar keras mengingat kejadian sebelumnya dan bertanya-tanya ada dimana???...namun semua itu percuma!tidak ada satupun hal yang bisa menjawabnya...keadaan bertambah parah ketika detak jantung yang sebelumnya tak ia rasakan mendadak berdetak kencang tak karuan!...”ini sudah tidak normal lagi!ini bukan detak jantung manusia pada umumnya,kencang sekali!”...batinnya...detak jantungnya serupa genderang perang yang siap mencabut nyawanya!!!...teringat kata itu, ia mendadak jadi orang normal. Dan ingat apa yang telah ia lakukan sebelumnya....”ya!aku ingat,ini yang aku inginkan...ternyata Tuhan mendengar doaku...dan ternyata “racun”-nya bekerja!”...mengingat kembali apa yang ia telah lakukan,tidak membuat ia senang karena berhasil,namun ia jadi semakin takut, apalagi kini rasa sakit semakin terasa disekujur tubuhnya...detak jantungnya tak kembali normal,mual luar biasa,tenggorokannya kering,dan kepalanya sakit bukan main seolah ingin pecah...namun ia semakin payah dan tidak sanggup mengobati rasa sakitnya...karena ia tak bisa merasakan seluruh tubuhnya...yang ia lakukan hanya berusaha mengingat kejadian-kejadian sebelumnya...kejadian-kejadian dalam hidupnya...hal-hal indah tentang cinta dan persahabatan...namun semua terlambat...ia hanya bisa menangis dalam batin tanpa ada yang peduli...karena disana kosong...kosong...kosong...tanpa terisi...
........................................................
Kuple terbangun dari tidur siangnya yang lelap,jam dinding menunjukan pukul setengah enam menjelang petang...selain membantu pekerjaan rumah tangga keluarganya,kuple juga rajin tidur siang dan sering kali melebihi batas normal...karena tidak ada lagi kegiatan yang bisa ia lakukan.kuple segera beranjak dari tempat tidurnya dan lalu berkemas menuju kamar mandi...maklum,ia tidak ingin ketinggalan ibadah sholat magrib yang akan tiba sebentar lagi, kecuali jika ingin kena marah bapaknya...bapak kuple memang tergolong garis keras agamis yang selalu menomorsatukan ibadah berjamaah.jadi, walaupun keluarga Kuple terkenal harmonis dan baik...bukan berarti tidak bisa keras dan berdisiplin tinggi.ia senang dan bersyukur bisa terlahir dalam keluarga seperti itu,karena ia merasa jadi pribadi yang baik secara akhlak maupun prilaku.”namun tetap saja berlebihan!”...pikirnya.seringkali ia jadi bahan ejekan teman-temanya karena sikap kuple yang kelewat alim dan tidak bisa diajak “gaul”.namun semua itu dihiraukanya,dan dia tidak mau menjadikan kondisi keluarganya jadi alasan masalah hidupnya.
.............................................................
Kekosongan itu semakin tidak terkendali...kacau dan membingungkanya...apalagi rasa sakit yang semakin menjadi-jadi.ia hanya bisa pasrah dan menangis dalam batin...karena ini yang ia mau.”aku harus terima ini!ini yang aku inginkan!”...lebih baik!ketimbang harus hidup tanpa ambisi dan cita-cita!!! sungguh mentah pikiranya....................
“Nasib terbaik manusia adalah tidak pernah dilahirkan...
Yang kedua mati muda...
Dan yang paling sial adalah...menikmati masa tua dan hidup lama”.....
Itu kata-kata filsafat yang paling ia ingat...
Kini ia sudah tidak bisa merasakan apa-apa,rasa sakit yang tadi luar biasa juga kini perlahan hilang.entah karena memang mereda atau sudah terbiasa,sehingga seolah-olah tidak bisa dirasakan lagi...namun,tiba-tiba ia mendengar suara ayam berkokok...”hah???mengapa aku masih bisa merasakan hal duniawi???bukanya aku diambang kematian???”...pikirnya,dan ternyata kini ia mulai bisa merasakan tangan dan ujung-ujung kakinya...lalu detak jantung yang ia rasakan kembali normal...ia semakin bertanya...mengapa???ia menatap sekelilingnya.semua terlihat normal, bahkan ia bisa mendengar detik jarum jam dinding kamarnya menunjukan pukul setengah lima pagi...dan kemudian terdengar suara adzan subuh...mendadak tubuhnya dapat digerakan dan normal kembali.apa yang terjadi???ia melihat kondisi tempat tidurnya tidak karuan...dipenuhi isi perut yang dikeluarkan!!!...lalu ia berpikir sejenak...beranjak dari tempat tidur...tersenyum dan hanya berkata...
“terima kasih Tuhan...semua kembali kepadamu”....
Kematian memang menyakitkan...
Terima kasih sudah mau meluangkan waktunya membaca ini...saya ada permintaan kepada teman-teman yang membaca...ada yang punya usul buat nama si tokoh gak????kalo ada bilang yah...
Senin, 29 Maret 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar